Ternyata Salah Paham SMA di Semarang Ajarkan Bumi Datar

Agen Judi Poker Online Terpercaya, Teori Bumi Datar, Flat Earth poker online indonesia, game online indonesia, judi poker online, situs poker online, judi online terpercaya, poker online uang asli, judi online indonesia, situs judi poker online terpercaya, poker indonesia

Agen Judi Poker Online TerpercayaTeori Flat Earth Atau Yang Di Sebut Bumi Datar. Di media sosial ramai postingan soal 2 SMA di Semarang mengajarkan Teori Bumi Datar atau Flat Earth dan konspirasi terkait Jokowi dan Ahok. Ternyata itu salah paham.

Sebuah status Facebook milik seorang ibu mendadak viral karena menyebutkan dua SMA tempat anaknya belajar di Semarang mengajarkan Teori Flat Earth dan konspirasi Presiden memindahkan Ibukota karena terkait dengan Ahok.

Status Facebook itu langsung menyebar dan cukup mengagetkan. Screenshoot status itu juga menyebar di media sosial lain termasuk twitter. Akun Wali Kota Semarang, @hendrarprihadi ikut dimention dalam kolom komentar postingan salah satu akun twitter.

Meski SMA bukan merupakan ranah Dinas Pendidikan Kota Semarang melainkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu menanggapi dan meminta dinas pendidikan memastikan hal itu.

“Sudah telepon kepala sekolahnya hasil informasi kepala sekolah itu tidak benar. Langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi ya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, Kamis (27/7/2017).

Penelusuran detikcom, ada 2 SMA favorit yang disebut dalam status viral itu yaitu SMAN 9 Semarang yang guru sejarahnya dianggap memberikan tugas mempelajari Teori Bumi Datar. Kemudian SMAN 3 Semarang yang guru agamanya dianggap menceritakan konspirasi Jokowi akan memindah Ibu Kota ke Kalimantan sebagai akal bulus supaya Ahok tetap menjadi Gubernur.

“Ngenes!!!!! Ngenes, Nda!!!! Rusak Kualitas guru sekolah negeri!!! Beratlah tugas ortu mengawasi pendidikan anak2nya,” tulis akun Facebook yang menyebut dirinya Mama Rani itu di akhir postingannya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah lewat akun twitternya @pdkjateng juga merespon dan mengundang penulis status Mama Rani untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut ke kantor Dindikbud Jateng.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo mengatakan, ternyata permasalahan status tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh penulis status bernama Rani dan dua pihak sekolah.

“Sudah diselesaikan masing-masing. Itu salah paham. Jadi informasi yang diterima ibunya tidak utuh,” kata Gatot saat dihubungi detikcom.

Akun @pdkjateng kembali memposting sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi perihal permintaan maaf dari Rani yang diposting lewat facebook. Meski foto dan nama lengkap Facebook Rani disensor, namun permintaan maaf Rani jelas terbaca.

“Terima kasih ibu Rani, Kepala SMA 3, Kepala SMA 9, serta semua pihak yang telah & akan membangun komunikasi yang lebih baik untuk pendidikan,” tulis @pdkjateng.

Terbaru

Leave a Comment