Dimas Kanjeng Taat Pribadi Dituntut Penjara Seumur Hidup

Dimas Kanjeng Taat Pribadi poker online indonesia, game online indonesia, judi poker online, situs poker online, judi online terpercaya, poker online uang asli, judi online indonesia, situs judi poker online terpercaya, poker indonesia

RokoQQ – Dimas Kanjeng Taat Pribadi Pelaku Kasus Penipuan Hariini Di tuntut penjara seumur hidup, simak artikel berikut

Dimas Kanjeng Dituntut Penjara Seumur Hidup

Dimas Kanjeng Taat Pribadi dituntut penjara seumur hidup. Jaksa meyakini Kanjeng terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Abdul Gani.

“Dengan keterangan beberapa saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU, terdakwa Taat Pribadi terbukti bersalah melakukan pembunuhan dengan korban Abdul Ghani. Kami mohon majelis hakim untuk menjatuhkan vonis seumur hidup terhadap terdakwa,” ujar jaksa penuntut umum yang juga Wakil Kepala Kejati Jatim, Rudi Prabowo Aji usai persidangan, Senin (3/7/2017).

Tuntutan terhadap Dimas Kanjeng dibacakan dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Basuki Wiyono di PN Kraksaan, Probolinggo. Jaksa dalam surat tuntutan menyebut Dimas Kanjeng otak pembunuhan Abdul Gani yang juga mantan pengikutnya.

“Kanjeng tidak mengakui perbuatannya. Pembunuhannya dilakukan secara sadis. Korban dilakban dan jasadnya dibuang ke waduk Gajah Mungkur Wonogiri,” imbuh jaksa.

 

Dimas Kanjeng Taat Pribadi poker online indonesia, game online indonesia, judi poker online, situs poker online, judi online terpercaya, poker online uang asli, judi online indonesia, situs judi poker online terpercaya, poker indonesia

Sementara itu, penasihat hukum Kanjeng, M Sholeh menyebut tuntutan jaksa tidak berdasarkan fakta-fakta persidangan. Sebab dalam persidangan tidak ada saksi yang mengaku mengetahui pembunuhan yang disebut jaksa melibatkan Dimas Kanjeng.

“Pembunuhan itu sudah diakui oleh para terdakwa lainnya, yaitu anak buah Dimas Kanjeng, yang melakukan pembunuhan seperti Boiran, Muriat Wahyu Wijaya, Kurniadi, bahwa mereka itu tidak menyebut atas perintah Dimas Kanjeng,” kata Sholeh.

Sidang ditunda untuk pembacaan nota pembelaan (pleidoi) pada Selasa, 11 Juli pekan depan.

Terbaru

Leave a Comment